bordersongs.org-Sistem Keamanan Monitoring Kesehatan berbasis IoT (Internet of Things). Sistem ini menghubungkan perangkat sensor medis ke internet untuk mengirimkan data kesehatan langsung ke tenaga medis atau keluarga.

Tujuannya:

Memudahkan pemantauan pasien dari jarak jauh.
Mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis.
Memberikan data kesehatan secara kontinu untuk analisis.

Berikut adalah penjelasan mengenai arsitektur, komponen, dan cara kerja sistem tersebut:

Parameter Kesehatan yang Di monitor

Sistem ini biasanya di rancang untuk melacak metrik vital secara otomatis:

1. Saturasi Oksigen (SpO2): Penting untuk pasien gangguan pernapasan.
2. Laju Pernapasan: Mengukur frekuensi napas per menit.
3. Detak Jantung (Heart Rate): Menggunakan sensor photoplethysmogram (PPG).

Komponen Sistem

Sistem keamanan monitoring kesehatan berbasis IoT umumnya terdiri dari:

a. Perangkat IoT (Sensor)

Mengukur parameter kesehatan: detak jantung, tekanan darah, oksigen, suhu tubuh.
Contoh: Pulse oximeter, ECG sensor, wearable devices.

b. Gateway / Hub

Mengumpulkan data dari sensor.

Menyambungkan perangkat IoT ke jaringan internet.

Bisa berupa smartphone atau dedicated gateway.

c. Server / Cloud

Fitur Keamanan dan Peringatan (Alert System)

Aspek “Keamanan” dalam sistem ini merujuk pada dua hal: Keselamatan Pasien dan Keamanan Data.

A. Keselamatan Pasien (Emergency Response)

Ambang Batas Kritis (Threshold): Jika detak jantung melebihi batas normal (misal >120 BPM), sistem otomatis mengirim alarm.

 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *